FORUM MIG33 ANAK PONOROGO
 
Indeks­MIG33PONOROGO­Calendar­Gallery­FAQ­Pendaftaran­Login
~~~~~~~~~welcome to the forum www.mig33ponorogo.tk~~~~~~~~~~
PhotobucketPhotobucketPhotobucket
Pencarian
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
Latest topics
» KOPDAR NASIONAL 09 AKAN MEMECAHKAN REKOR MURI
Sat Dec 05 2009, 21:19 by ary4__pratama

» KICKED BERKALI-KALI...???
Wed Oct 07 2009, 10:59 by lang86

» check id mig33
Sun Oct 04 2009, 17:15 by lang86

» Merchant ilegal Terancam Banned
Mon Jun 29 2009, 08:51 by gacoan

» truth of nasi
Fri Jun 12 2009, 10:25 by hotahe

» max99 demo....
Sun May 31 2009, 06:01 by bibz_em_em

» LOGIN UNLIMITED
Sun May 31 2009, 06:00 by bibz_em_em

» NOKIA-5280 is not admin again
Sun May 31 2009, 05:58 by bibz_em_em

» wap.mig33.com/expiry wrote:
Sun May 31 2009, 05:57 by bibz_em_em

clock
website uptime check site uptime
Visitor In This Page
ANDA PENGUNJUNG KE :
ANNOUNCEMENT
SILAHKAN ANDA REGISTER TERLEBIH DAHULU UNTUK MELIHAT CONTENT SELENGKAPNYA YANG ADA DALAM FORUM +++++++++++++++++++++++++THANKS+++++++++++++++++++++++ by admin forum
Photobucket
sejarah REOG ponorogo
Photobucket
Sebuah cerita tentang pemberontakan Ki Ageng Kutu, seorang abdi kerajaan pada masa Bhre Kertabhumi, Raja Majapahit terakhir yang berkuasa pada abad ke-15. Ki Ageng Kutu murka akan pengaruh kuat dari pihak rekan Cina rajanya dalam pemerintahan dan prilaku raja yang korup, ia pun melihat bahwa kekuasaan Kerajaan Majapahit akan berakhir. Ia lalu meninggalkan sang raja dan mendirikan perguruan dimana ia mengajar anak-anak muda seni bela diri, ilmu kekebalan diri, dan ilmu kesempurnaan dengan harapan bahwa anak-anak muda ini akan menjadi bibit dari kebangkitan lagi kerajaan Majapahit kelak. Sadar bahwa pasukannya terlalu kecil untuk melawan pasukan kerajaan maka pesan politis Ki Ageng Kutu disampaikan melalui pertunjukan seni Reog, yang merupakan "sindiran" kepada Raja Bra Kertabumi dan kerajaannya. Pagelaran Reog menjadi cara Ki Ageng Kutu membangun perlawanan masyarakat lokal menggunakan kepopuleran Reog.Dalam pertunjukan Reog ditampilkan topeng berbentuk kepala singa yang dikenal sebagai "Singa Barong", raja hutan, yang menjadi simbol untuk Kertabumi, dan diatasnya ditancapkan bulu-bulu merak hingga menyerupai kipas raksasa yang menyimbolkan pengaruh kuat para rekan Cinanya yang mengatur dari atas segala gerak-geriknya. Jatilan, yang diperankan oleh kelompok penari gemblak yang menunggangi kuda-kudaan menjadi simbol kekuatan pasukan Kerajaan Majapahit yang menjadi perbandingan kontras dengan kekuatan warok, yang berada dibalik topeng badut merah yang menjadi simbol untuk Ki Ageng Kutu, sendirian dan menopang berat topeng singabarong yang mencapai lebih dari 50kg hanya dengan menggunakan giginya . Populernya Reog Ki Ageng Kutu akhirnya menyebabkan Kertabumi mengambil tindakan dan menyerang perguruannya, pemberontakan oleh warok dengan cepat diatasi, dan perguruan dilarang untuk melanjutkan pengajaran akan warok. Namun murid-murid Ki Ageng kutu tetap melanjutkannya secara diam-diam. Walaupun begitu, kesenian Reognya sendiri masih diperbolehkan untuk dipentaskan karena sudah menjadi pertunjukan populer diantara masyarakat, namun jalan ceritanya memiliki alur baru dimana ditambahkan karakter-karakter dari cerita rakyat Ponorogo yaitu Kelono Sewondono, Dewi Songgolangit, and Sri Genthayu.Versi resmi alur cerita Reog Ponorogo kini adalah cerita tentang Raja Ponorogo yang berniat melamar putri Kediri, Dewi Ragil Kuning, namun ditengah perjalanan ia dicegat oleh Raja Singabarong dari Kediri. Pasukan Raja Singabarong terdiri dari merak dan singa, sedangkan dari pihak Kerajaan Ponorogo Raja Kelono dan Wakilnya Bujanganom, dikawal oleh warok (pria berpakaian hitam-hitam dalam tariannya), dan warok ini memiliki ilmu hitam mematikan. Seluruh tariannya merupakan tarian perang antara Kerajaan Kediri dan Kerajaan Ponorogo, dan mengadu ilmu hitam antara keduanya, para penari dalam keadaan 'kerasukan' saat mementaskan tariannya .Hingga kini masyarakat Ponorogo hanya mengikuti apa yang menjadi warisan leluhur mereka sebagai pewarisan budaya yang sangat kaya. Dalam pengalamannya Seni Reog merupakan cipta kreasi manusia yang terbentuk adanya aliran kepercayaan yang ada secara turun temurun dan terjaga. Upacaranya pun menggunakan syarat-syarat yang tidak mudah bagi orang awam untuk memenuhinya tanpa adanya garis keturunan yang jelas. mereka menganut garis keturunan Parental dan hukum adat yang masih berlaku.
IP ANDA
ip-location>
Musik


www.mig33ponorogo.co.cc
google translator
Login
Username:
Password:
Login otomatis:
:: Lupa password?
tempat ngobrol

ShoutMix chat widget
VISITOR
free counters
Free Page Rank Tool
sitemeter
Site Meter
Google tracking
Top posters
azjuzt
 
umaar_
 
ibliz-cabul
 
putra-reog
 
tatae
 
vinno_
 
nuvo-girl
 
hinata_ayu_dwe
 
lovac
 
pisuher
 
Page copy protected against web site content infringement by Copyscape
User Yang Sedang Online
Total 1 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 1 Tamu

Tidak ada

User online terbanyak adalah 36 pada Tue Nov 04 2008, 21:39